Tuesday, September 20, 2011

Bingkisan hati, moga bukan hati yang mati


Khabaran demi khabaran meruntun hati

Bisa melumpuh segala sendi

Mujur diri tidak bersendiri

Dirahmati dengan teman sejati

Peneguh diri penguat hati

Terus setia berada di sisi

Agar tekad tetap berdiri


Tiadalah ujian, tanpa tujuan yang pasti

Sebagai tanda kasih Ilahi

Menuntut diri berkali-kali

Merungkai hikmah yang kemas tersembunyi


Andai tetap tidak dijumpai

Tiba masanya persoal hati

Barangkali hati telah pun mati

Sebelum matinya jasad ini


Hakikat kematian perlu diyakini

Agar redha meresap hati

Bukan ia untuk digeruni

Bukan jua untuk diratapi

Sekadar ingatan dari Ya Rabbi

Buat kita menghisabi diri

Agar dapat persiapi diri


Ayuh semua sedarlah diri

Kematian itu semakin menghampiri

Namun kita masih bermimpi

Terlalu asyik mengejar duniawi


Mati itu pasti

Itu janji Ilahi

Tak mungkin dimungkari

Oleh kudrat insani


Saat itu semakin mendekati

Andai tercatat untuk kita hari ini

Siapa kita untuk membangkangi

Menanti detik untuk diadili

Tidak kurang tiada dilebihi


Malaikat Izrail sedia menanti

Melaksanakan percaturan dari Ilahi

Tidak cepat tidak jua dilengahi

Mencabut nyawa dari diri

Lemah jemari nafas terhenti

Tatkala masanya untuk kembali

Untuk menghadap Allah Ya Rabbi


Buat sekalian lelaki sejati

Amanahmu di dunia berat sekali

Sebagai pelindung wanita yang suci

Bukan untuk engkau cemari

Bukan jua untuk dinodai

Tetapi untuk engkau bimbingi

Juga untuk engkau sayangi

Kelak akan disoal nanti

Segala anggota akan bersaksi

Akan amanahmu di dunia ini


Buat sekalian wanita yang suci

Darjatmu amat tinggi sekali

Engkau mutiara cantik berseri

Engkau permata indah sekali

Jangan pernah engkau kotori

Jangan juga engkau perlekehi

Pelihara dirimu dari ajnabi

Agar dapat engkau hindari

Seksaan perit yang sedia menanti


Buat semua yang aku sayangi,

Andai sedunia engkau dikenali

Andai keturunan engkau megahi

Andai kecantikan engkau sanjungi

Andai kepandaian engkau sombongi

Andai harta menggunung tinggi

Bukan jaminan nikmat syurgawi

Tiada apa yang kekal abadi

Bila Allah tetap tidak dikenali


Bila nafsu terus merajai

Bila syahwat setia dituruti

Bila amanat tiada dikotai

Bila syariat terus dibelakangi

Bila sunnah tiada diikuti

Bila Allah terus dimurkai

Persiapi diri menghadap Ilahi

Seksaan perit tiada dihindari

Tiada siapa yang terkecuali

Bila tima masanya nanti


Saat luput sifat insani

Saat futur merantai kaki

Saat dengki meracun hati

Tiba waktu menghisabi diri

Mencari damai cinta yang suci

Damai dengan cinta sejati

Hanya satu cinta hakiki

Cinta Ilahi kekal abadi

Kekal agung tiada berbahagi


Buat yang terlupa kuingatkan sekali

Mutiara kata dari si bijak bestari

“Si pandai itu, yang mengingati mati”

Mutiara hati buat diteladani

Sebagai bekalan melengkapi diri


Hari berganti hari

Hidup harus terus dijalani

Kuberpegang erat pada janji

Menghabisi sisa hidup yang berbaki

Mendamba diri menabur bakti

Demi dahaga kasih Ilahi

Sekadar bingkisan hati

Moga bukan hati yang mati

FARAHIN

0 comments:

Post a Comment

 
Copyright TINTA MAYA 2009. Powered by Blogger.Designed by Ezwpthemes .
Converted To Blogger Template by Anshul .